Harapan Bos Tokopedia soal Ponsel “BM”

Co-founder sekaligus CEO Tokopedia William Tanuwijaya membenarkan adanya penghapusan beberapa seri iPhone black market (BM) di situs jual beli Tokopedia. Keputusan penghapusan itu diambil untuk mematuhi perintah resmi Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Bos Tokopedia itu pun punya sebuah harapan terkait surat dari Kemendag, terutama untuk ponsel BM. Ia berharap situs belanja lain mendapat perlakuan yang sama, yakni semua situs belanja dilarang berjualan ponsel BM.

“Benar, ada surat dari Kemendag. Tentunya harapan kami (surat) ini tidak tebang pilih,” kata William saat dihubungi KompasTekno, Jumat (11/11/2016).

William pun berharap, pengguna melapor apabila masih menemukan ponsel yang masuk ke kriteria BM.

“Kalau masih ada produk kami yang melanggar aturan, baik pemilik resmi, pemerintah atau konsumen bisa saja memakai prosedur pelaporan yang ada dalam platform kami,” imbuhnya.

Baca: Tokopedia Stop Penjualan iPhone BM

Total ada empat produk yang dihapus di Tokopedia karena status BM, yakni iPhone 6s, 6s Plus, 7 dan 7 Plus. Namun sejauh ini, hanya Tokopedia saja yang menghapus produk tersebut.

Pantauan KompasTekno, hingga Jumat siang ini, sebagian besar situs belanja masih membiarkan merchant-nya menjual empat seri iPhone BM itu. Situs yang masih menawarkannya antara lain, JD.id, Lazada, Blibli, OLX, Bukalapak, dan MatahariMall.com.

KompasTekno juga sudah menghubungi Kemendag perihal surat tersebut. Namun hingga saat ini belum mendapatkan jawaban .

iPhone 6s, 6s Plus, 7 dan 7 Plus memang belum beredar secara resmi di Indonesia. Pasalnya produsen ponsel tersebut, Apple, masih belum dapat memenuhi aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang ditetapkan pemerintah.

Saat ini, produsen diminta memenuhi TKDN 20 persen sebagai syarat untuk berjualan ponsel 4G di Indonesia. Sedangkan per 1 Januari 2017, kadar tersebut mesti dinaikkan menjadi 30 persen.

Iklan

Algoritma Facebook Bikin Donald Trump Menangi Pemilu AS?

Sebagian orang merasa bingung mengapa Donald Trump bisa memenangkan Pemilu Presiden Amerika Serikat (AS) 2016. Beberapa di antaranya menuding bahwa penentu kemenangan itu adalah Facebook.

Tudingan ini berkaitan dengan algoritma Facebook dalam menampilkan berita atau berbagai hal pada penggunanya. Algoritma tersebut diduga membuat penggunanya kesulitan membedakan fakta dan fiksi.

Fenomena terkait dengan algoritma itu dikenal sebagai filter bubble, sebuah istilah yang dipopulerkan oleh penulis Eli Pariser dalam bukunya, The Filter Buble: What the Internet Is Hiding From You.

“Demokrasi bisa berjalan hanya saat warga bisa berpikir melampaui keinginan pribadinya. Tapi agar dapat berpikir demikian, kita semua harus saling berbagi pandangan mengenai dunia dihuni bersama. Kita perlu saling kontak dengan kehidupan orang lain, begitu juga kebutuhan dan hasratnya,” tulis Eli memulai penjelasan mengenai filter bubble tersebut.

“Filter bubble mendorong kita ke arah berlawanan dengan cara menciptakan kesan bahwa hanya keinginan pribadi kita saja yang tersedia. Ini cara yang hebat dalam konteks memantik minat belanja seseorang, tapi cara ini tidak tepat jika konteknya untuk membuat orang-orang bermusyawarah mengambil keputusan yang lebih baik,” imbuhnya.

Algoritma biasanya dipakai untuk memprediksi sesuatu yang disukai pengguna, baik pada Facebook, Google Search atau berbagai media sosial dan platform lain. Sayangnya, algoritma ini memiliki efek buruk pada linimasa yang menampilkan berita atau artikel.

Bayangkan seperti ini: Ada seseorang yang membagikan cerita mengenai tokoh politik tertentu. Cerita tersebut sangat cocok dengan pendapat Anda mengenai berbagai hal, namun sayangnya, tidak berdasar fakta. Lalu Anda melihat dan membacanya di linimasa media sosial, bahkan mungkin dari mesin pencari Google.

Algoritma menganggap Anda menyukai cerita tersebut. Lalu, efeknya algoritma akan membuat linimasa media sosial Anda menampilkan berbagai topik sesuai cerita kesukaan itu, walau cerita atau berita itu tidak sesuai dengan faktanya.

Artinya, linimasa akan otomatis menghalau cerita dengan topik berlawanan, yang sebenarnya berdasar fakta, sehingga Anda tak akan melihat bantahan atau sanggahan dari cerita yang Anda sukai mengenai sang tokoh politik itu.

Hal yang lebih buruk, bukan sekadar cerita berlawanan saja yang otomatis dihapus, melainkan segala cerita yang bisa memberi informasi, dan mungkin membuat Anda membuka mata dengan memberi pandangan ke arah lain.

Kaitan dengan AS

Di AS sebenarnya banyak sekali sumber berita atau artikel, dengan berbagai variasi topik dan sudut pandang. Jumlahnya cukup banya untuk dibaca seseorang dan membuatnya jadi makin kaya informasi terkait topik tertentu.

Sayangnya, sebagaimana dilansir KompasTekno dari Business Insider, Kamis (10/11/2016), rata-rata warga Amerika justru manut pada algoritma. Mereka cuma membaca apa yang disodorkan dalam hasil kurasi Facebook.

Hal ini terindikasi dalam riset dari Pew Study. Hasil riset itu menunjukkan bahwa 63 persen orang dewasa di AS menggunakan Facebook sebagai sumber informasi untuk setiap peristiwa dan isu yang sedang hangat.

Follow
Stephanie J. Block ✔ @StephanieJBlock
1/2 I believe social media has had a major impact on us… we read Facebook & twitter rather than NY Times, Newsweek, Time… rather than
11:34 PM – 9 Nov 2016
7 7 Retweets 70 70 likes
Follow
James Hamblin ✔ @jameshamblin
That’s the leader millions of Americans never honestly saw because Facebook prioritizes engagement over truth.
11:58 PM – 9 Nov 2016
82 82 Retweets 205 205 likes
Follow
Alex Hirsch ✔ @_AlexHirsch
Thank you Facebook for those cool algorithms that show people fake news catered to their biases. Super helpful!! Now facts don’t exist yay!
11:18 AM – 9 Nov 2016
963 963 Retweets 3,765 3,765 likes
Namun tentu saja pendapat seperti ini, yang menyetarakan media sosial dengan media berita resmi, mendapat bantahan. CEO Facebook Mark Zuckerberg sendiri menolak percaya bahwa media sosial yang dikelolanya mulai terlihat sebagai kantor berita atau perusahaan media.

“Secara pribadi, saya rasa berita bohong di Facebook yang jumlahnya sedikit itu, tidak memiliki pengaruh terhadap hasil pemilu, gila itu,” kata Zuckerberg.

Alih-alih, Zuckerberg mengatakan orang-orang hanya terkejut saja dan masih mencoba memahami dan menerima hasil pemilu AS lalu.

“Rasanya tidak pas jika memikirkan seseorang memilih (presiden) karena berita bohong (yang beredar di Facebook),” imbuh Zuckerberg.

Sebelumnya, Zuckerberg juga telah menegaskan bahwa Facebook bukan perusahaan media.

“Kami adalah perusahaan teknologi. Kami bukan perusahaan media. Jika Anda membayangkan perusahaan media, Anda tahu, artinya adalah ada orang-orang yang membuat konten serta mengeditnya. Kami tidak seperti itu,” terang Mark, pada Agustus lalu.

Meski Dilarang, iPhone BM Tetap Dijual Bebas di Pesta Diskon 11.11

Sejumlah situs e-commerce mendiskon lini iPhone 6S, 6S Plus, 7, dan 7 Plus. Pemotongan harga tersebut untuk merayakan Pesta Diskon “Singles’ Day”, yang jatuh pada hari ini, Jumat (11/11/2016). Padahal, Kementerian Perdagangan baru saja mengeluarkan edaran bagi situs e-commerce untuk tidak menjual iPhone BM.

Momen Singles’ Day atau Hari Lajang sering kali dimanfaatkan oleh situs jual beli online untuk memberi diskon besar-besaran, mengikuti tradisi di China yang dilakukan oleh situs e-commerce Alibaba. Di Indonesia, momen ini disambut dengan gelaran Pesta Diskon 11.11.

Pantauan KompasTekno, beberapa situs e-commerce yang menggelar pesta diskon iPhone pada Singles’ Day adalah Lazada, JD.ID, MatahariMall, dan Blibli. Tak tanggung-tanggung, diskonnya mencapai 60 persen.

Meski demikian, perlu diketahui bahwa lini iPhone 6S ke atas belum resmi dijual di Indonesia. Apple masih terhalang syarat tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang ditetapkan pemerintah untuk ponsel 4G dari vendor global.

Artinya, produk Apple yang dijajakan dengan diskon menggiurkan itu adalah produk ilegal alias black market (BM).
Lazada
Lazada gelar diskon untuk iPhone 6S, 6S Plus, 7, dan 7 Plus.
Ironisnya, Kementerian Perdagangan dikatakan baru saja mengeluarkan edaran bagi situs e-commerce untuk tak menjual iPhone BM. Salah satu yang sudah patuh pada imbauan tersebut adalah Tokopedia.

Pada situsnya, Tokopedia memberi tahu bahwa pihaknya telah menghapus produk iPhone 6S, 6S Plus, 7, dan 7 Plus dari katalog jual belinya. Hal itu dibenarkan CEO Tokopedia, William Tanuwijaya.

“Benar, ada surat dari Kemendag. Kami harap ini (surat) tidak tebang pilih,” kata dia kepada KompasTekno.

Baca: Tokopedia Stop Penjualan iPhone BM

Selain berharap aturan Kemendag ditegaskan secara adil pada semua situs e-commerce, William juga mengimbau agar penggunanya melapor jika ponsel yang masuk kriteria BM masih tersedia di Tokopedia.

“Kalau masih ada produk kami yang melanggar aturan, baik pemilik resmi, pemerintah, maupun konsumen bisa saja memakai prosedur pelaporan yang ada dalam platform kami,” ia menuturkan.

KompasTekno sudah menghubungi Kemendag perihal surat edaran pelarangan iPhone BM pada situs e-commerce. Hingga siang ini, belum ada jawaban yang diberikan.

Baca: Harga iPhone 7 BM di Jakarta Tembus Rp 25 Juta

Diketahui, aturan TKDN yang berlaku saat ini mengharuskan vendor asing mematrikan konten lokal sebesar 20 persen. Porsinya akan meningkat menjadi 30 persen per Januari 2017.

Apple sendiri sudah mempersiapkan diri memenuhi aturan itu, meski status saat ini belum memenuhi. Pabrikan Cupertino tersebut bakal membangun tiga pusat inovasi untuk memenuhi aspek komitmen investasi TKDN.
–– ADVERTISEMENT ––

Sopir Uber Didakwa atas Pemerkosaan Gadis 17 Tahun

Seorang sopir Uber di California, AS, didakwa atas pemerkosaan gadis di bawah umur. Sebanyak empat poin kejahatan dijatuhkan jaksa penuntut kepadanya per 8 November lalu.

Kejahatan pertama merujuk pada pemerkosaan di bawah pengaruh narkoba, lalu pemaksaan kepada anak di bawah umur (lebih dari 14 tahun) untuk melakukan seks oral.

Poin ketiga, terdakwa dituntut atas pemaksaan hubungan seksual menggunakan benda asing pada anak di bawah umur yang lebih dari 14 tahun. Terakhir, sang sopir bernama Alaaedin Mahran (23) tersebut dijerat pasal pelanggaran hukum dalam berhubungan intim.

Atas poin-poin itu, Mahran terancam hukuman maksimum 28 tahun penjara, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Jumat (11/11/2016) dari situs resmi kejaksaan wilayah Orange County, California, AS.

Peristiwa pemerkosaan terjadi pada Sabtu (5/11/2016) pekan lalu. Kala itu korban yang bernama Jane Doe (17) sedang nongkrong di sebuah bar di daerah Huntington Beach. Keluarganya lalu memesankan Uber untuk mengantar Doe ke rumahnya yang berada di sekitar Laguna Beach.

Mahran terpilih sebagai sopir Uber yang bertugas menjemput Doe untuk mengantarnya pulang. Anehnya, Doe tak jua tiba di rumahnya pada waktu yang diestimasi Uber sebelumnya.

Keluarga mulai panik. Salah satu anggota keluarga akhirnya mencari keberadaan sopir Uber itu dengan memanfaatkan peta lokasi di aplikasi. Ternyata mobilnya terparkir tak jauh dari rumah mereka.

Ia mencari mobil itu dan menemukan Mahran sedang memperkosa Doe di kursi penumpang. Ketegangan terjadi antara anggota keluarga itu yang mencoba menarik Doe dari mobil Mahran.

Alhasil, ia berhasil membawa Doe pulang. Peristiwa itu langsung dilaporkan ke polisi, disertai kelengkapan data plat mobil dan identitas Mahran. Keesokan harinya, pada 6 November, Mahran ditangkap di apartemennya yang terletak di Huntington Beach.

Proses hukum Mahran masih berlangsung. Ia telah membayar jaminan sebesar 100.000 dollar AS atau Rp 1,3 miliar untuk dibebaskan pada 9 November lalu pasca sidang perdananya. Ia bisa menghirup udara bebas sebelum melanjutkan persidangan pada 2 Desember mendatang.

Menanggapi kasus ini, Uber langsung menghentikan kemitraan dengan Mahran. Platform ride-sharing tersebut prihatin atas kejahatan yang menimpa Doe.

“Kami turut sakit mendengar hal yang dilalui keluarga tersebut. Hati kami untuk mereka. Kami mendukung polisi melanjutkan penyelidikan pada sopir yang telah kami berhentikan secara permanen dari aplikasi Uber,” kata juru bicara layanan tersebut, sebagaimana dikutip KompasTekno dari Engadget.

Honeywell Cari Rekanan Lokal untuk “Upgrade” C-130 Hercules TNI AU

Pabrikan penyedia solusi kedirgantaraan asal Amerika Serikat (AS), Honeywell Aerospace, sedang mencari rekanan pabrik di Indonesia. Kerja sama dengan pabrikan lokal itu dibutuhkan agar Honeywell bisa menawarkan solusi upgrade pesawat angkut C-130 Hercules kepada TNI AU.

Saat ini, menurut pihak Honeywell, mereka tengah berbicara dengan beberapa pabrikan lokal untuk menjajaki kerja sama ini. Honeywell juga mengaku sudah mengajukan penawaran upgrade C-130 Hercules kepada TNI AU.

Hal itu disampaikan oleh Derek Lockett, Director Sales Asia Pacific Honeywell Aerospace, saat dijumpai KompasTekno dalam ajang pameran persenjataan Indodefence 2016 di JI Expo Kemayoran, Jumat (4/11/2016) pekan lalu.

“Untuk program C-130, kami memiliki sejumlah solusi, seperti upgrade pesawat, avionik, sehingga membuatnya modern dan reliable. Kami butuh partner lokal untuk aktivitas integrasi, engineering, dan sebagainya,” ujarnya.

“Pendekatan yang kami lakukan adalah kami ingin menggandeng industri lokal dan Honeywell bisa mendukungnya. PT DI hanya satu dari sekian banyak perusahaan yang ingin kami gandeng. Masih banyak lagi yang lainnya sedang dalam pembicaraan,” kata Lockett.

“Semoga prosesnya berjalan lancar baik dari sisi tim yang kami siapkan, maupun juga peraturannya di Indonesia,” imbuhnya.

Dari hidung hingga ke ekor

Honeywell sendiri menawarkan beragam solusi upgrade untuk C-130 Hercules. Solusi-solusi tersebut mencakup upgrade hardware dari hidung hingga ke ekor, seperti enhanced ground proximity warning system (EGPWS), radar cuaca, VXP HUMS untuk maintenance, air turbine starter, anti-ice valve, dan auxiliary power unit (APU).

Dari sekian banyak pilihan tersebut, Lockett menggarisbawahi beberapa solusi saat berbincang dengan KompasTekno, seperti solusi EGPWS, radar cuaca, dan HUMS.

EGPWS yang ditawarkan Honeywell menawarkan sistem yang compact dan mudah dibongkar pasang dengan biaya perawatan yang rendah.

Fungsinya adalah untuk meningkatkan kru pesawat akan kondisi sekitar pesawat saat mereka memiliki beban kerja tinggi atau jarak pandang yang pendek. EGPWS diharapkan bisa mengurangi risiko pesawat menabrak tebing atau gunung saat masih dalam kendali atau controlled flight into terrain (CFIT).

Untuk radar cuaca (weather radar), komponen ini menurut Honeywell telah diproduksi di pabrik Honeywell di Bintan. Radar cuaca yang dibuatnya memiliki daya jangkau lebih jauh sehingga bisa mendeteksi awan badai lebih dini, dan diklaim bisa mengurangi diversi jalur penerbangan hingga 25 persen sehingga bisa menghemat bahan bakar.

Sementara itu, health and usage monitoring systems (HUMS) adalah sensor yang dipasang di bagian-bagian mesin yang bergerak atau berotasi, seperti rotor, generator, dan bearing.

“Sensor HUMS dipakai untuk memonitor bagian di pesawat yang berotasi, saat (pesawat) kembali ke base, mekanik bisa mengunduh datanya dan mendeteksi lebih dini komponen mana yang aus dan harus diganti,” terang Lockett.

Dengan mendeteksi keausan komponen lebih dini, diharapkan permasalahan di pesawat lebih dini ditangani juga sehingga permasalahannya tidak merembet ke komponen lain yang ujungnya membuat bengkak biaya perawatan.

Solusi ini bisa digabungkan dengan layanan satelit Honeywell sehingga mekanik di darat bisa memantau kondisi pesawat di udara secara real time. Dengan deteksi kerusakan lebih dini, mekanik bisa menyiapkan komponen pengganti secepat mungkin.

Dengan demikian, pesawat segera bisa diperbaiki begitu mendarat, dan bisa terbang kembali dalam waktu yang lebih singkat.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang solusi-solusi Honeywell untuk C-130 Hercules, kunjungi tautan berikut ini.

Instagram Stories Kini Bisa “Mention” Teman, Begini Caranya

Berbagi momen lewat Instagram Stories kini semakin seru. Ada tiga pembaruan yang diberikan, yakni Mention teman, berkirim gambar GIF, dan fitur See More.

Untuk me-“mention” akun Instagram teman lain pada Stories. Caranya cukup dengan ketik “@” diikuti nama akun teman di layar Stories.

Fitur ini bermanfaat agar pengguna yakin konten Stories-nya dilihat oleh orang yang di-mention. Misalnya ketika pengguna me-mention si A dalam sebuah konten Stories, maka si A akan menerima notifikasi khusus agar melihat konten itu.

Instagram
Instagram Stories kini dilengkapi Boomerang, Mention, dan See More.
Fungsi lain fitur Mention adalah untuk mempromosikan akun Instagram lain, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Jumat (11/11/2016), dari blog resmi Instagram.

Berkirim gambar GIF di Stories bisa dimungkinkan berkat dukungan Boomerang. Aplikasi ini merupakan aplikasi spin-off Instagram yang berfungsi membidik momen dalam format GIF. Dengan adanya Boomerang pada Stories, pengguna tak harus melulu membagi momen dalam format foto atau video saja, melainkan juga dalam format GIF yang bisa menjadi alternatif yang menyenangkan.

Cara memanfaatkan Boomerang pada Stories terhitung simpel. Saat membuka layar Stories, pengguna cukup menyetel mode Boomerang yang terletak di sisi bawah layar

Terakhir, pengguna bisa mengeksplor lebih jauh tentang seseorang melalui fitur See More pada Stories. Fitur itu memungkinkan pengguna mengakses tautan-tautan yang berhubungan dengan seseorang ketika ia mengunggah Stories.

Untuk sementara, See More baru diuji coba di kalangan pengguna dengan akun terverifikasi. Belum jelas kapan fitur itu bisa dijajal pengguna Instagram pada umumnya.

Bagi Anda yang belum bisa menikmati kemampuan baru Instagram, coba update aplikasi di Android maupun iOS. Selamat mencoba!