Canon PhotoMarathon 2016 Jakarta Dibanjiri 2.000 Peserta

Ajang lomba foto tahunan Canon PhotoMarathon (CPMI) kembali digelar di Jakarta. Arena kompetisi tahun ini bertempat di atrium Epiwalk, Epicentrum, bilangan Kuningan, hari Sabtu (12/11/2016).

Merry Harun, Direktur Divisi Canon PT Datascrip selaku penyelenggara CMPI 2016 sekaligus distributor tunggal produk-produk Canon di Indonesia, mengatakan bahwa jumlah peserta tahun ini lebih besar dibandingkan acara serupa tahun lalu.

“Hingga pendaftaran kami tutup kemarin, sudah tercatat sekitar 1.800 peserta. Jumlah sebenarnya lebih besar lagi karena ada juga peserta yang mendaftar belakangan secara on-the spot. Perkiraan saya, totalnya mencapai 2.000-an orang, karena penghitungan akhir masih terus dilakukan,” kata Merry ketika ditemui KompasTekno di sela acara.

Menurut Merry, dalam penyelenggaraan di Mal @ Alam Sutera tahun lalu, CPMI mengumpulkan peserta sebanyak 1.600 orang. Para peserta di Jakarta kali ini turut datang dari luar kota seperti Bandung.

“Jadi, Canon PhotoMarathon sebenarnya sekaligus menjadi ajang pertemuan dan silaturahmi untuk para peserta yang biasa mengikuti lomba ini,” lanjut dia.

Sebelum acara puncak di Jakarta, CPMI 2016 telah lebih dulu digelar di dua kota lain, yakni di Surabaya dan Yogyakarta, masing-masing pada tanggal 22 Oktober dan 30 Oktober. Di Yogyakarta terkumpul 1.857 peserta, sementara Surabaya sebanyak 683 orang.

Selain kategori umum, CPMI 2016 juga menyediakan kategori khusus yang bisa diikuti oleh pelajar sehingga diharapkan bisa mengakomodir peserta dari semua kalangan dan rentang usia.

Dalam acara di Jakarta, terdapat tiga tema yang dilombakan sebagai materi lomba foto. Tiga juara dari masing-masing tema akan mendapat hadiah berupa kamera DSLR EOS 700D dan EOS 1200D, serta photo trip ke Danau Toba. Akan dipilih juga pemenang umum yang diganjar hadiah kamera DSLR EOS 750D dan photo trip ke Jepang.

Panitia turut memilih tiga pemenang dari kategori pelajar serta juara harapan dari kategori umum dan pelajar sehingga secara keseluruhan terdapat 30 pemenang lomba di Jakarta. Lomba di Yogyakarta dan Surabaya menggunakan mekanisme serupa.

CPMI 2016 merupakan bagian dari Canon PhotoMarathon Asia yang turut digelar di beberapa negara lain di samping Indonesia, termasuk Malaysia, Thailand, Vietnam, Hong Kong, dan India.

Iklan

Alasan Symantec Caplok Startup Keamanan Blue Coat

Symantec resmi mencaplok startup keamanan asal San Jose, AS, bernama Blue Coat Systems pada Agustus 2016 lalu.

Symantec selama ini dikenal sebagai perusahaan besar di bidang keamanan jaringan enterprise. Lantas, apa alasan Symantec membeli Blue Coat System yang notabene perusahaan startup?

Akuisisi Blue Coat senilai 4,65 miliar dollar AS atau sekitar Rp 62 triliun itu dianggap sebagai pembelian yang sangat berarti bagi Symantec. Menurut Sanjay Rohtagi, Senior Vice President Asia Pasifik dan Jepang Symantec, Blue Coat membuat portofolio produk pihaknya semakin lengkap.

“Akuisisi Blue Coat memberikan kami banyak produk. Tidak ada produk yang saling tumpang tindih (overlap) antara Symantec dan Blue Coat,” tutur Rohtagi kepada KompasTekno di Jakarta, Kamis (10/11/2016) lalu.

Rohtagi menuturkan, salah satu produk yang cukup diincar oleh Symantec adalah keamanan cloud milik Blue Coat. Produk yang satu ini dikatakan sedang banyak dicari oleh perusahaan.

“Keamanan cloud sangat kritikal saat ini. Alasannya, banyak perusahaan yang menggunakan aplikasi cloud, seperti Saleforce.com, Office 365, atau Dropbox, butuh keamanan agar data tidak bocor,” kata Rohtagi.

Selain produk keamanan cloud, Blue Coat memiliki berbagai produk keamanan lain, seperti keamanan jaringan dan situs web.

Integrasi sedang berlangsung

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Symantec baru resmi mengakuisisi Blue Coat pada 1 Agustus 2016 lalu. Relatif masih baru, kedua perusahaan saat ini sedang sibuk melakukan integrasi.

Dalam 3 bulan pembelian pertamanya, menurut Rohtagi, kedua perusahaan mengebut penggabungan Global Inteligence Network atau pusat data keamanan. Keduanya juga sudah menggabungkan produk masing-masing ke satu produk.

“Penting bagi kami untuk secara aktif melakukan integrasi secepatnya,” ujar Rohtagi.

Saat ini, Symantec, ditambah dengan Blue Coat, memiliki total konsumen sebanyak 385.000. Total, ada enam pusat operasi yang beroperasi di seluruh dunia.

Gabungan pendapatan di antara keduanya diklaim menyentuh angka 4,6 miliar dollar AS.

“Kami perusahaan terbesar di dunia keamanan cyber,” pungkas Rohtagi.

Hari Jomblo, Alibaba Cetak Rekor Transaksi Rp 238 Triliun

Tanggal 11 November dimanfaatkan sebagai ajang penjualan online besar-besaran di China oleh Alibaba dalam event bertajuk “Hari Jomblo” alias Singles’ Day.

Dalam penyelenggaraan tahun ini, raksasa e-commerce tersebut dilaporkan mencatat rekor transaksi terbesar, setidaknya bagi perusahaan itu sendiri. Pada pukul 00.00 waktu setempat, atau penutupan event, jumlah transaksi tercatat mencapai 120,7 miliar RMB (17,78 miliar dollar AS atau sekitar Rp 238,518 triliun).

Laporan BBC yang dirangkum KompasTekno, Sabtu (12/11/2016), menyebutkan bahwa Alibaba sudah berhasil mencatat transaksi senilai 82,2 miliar Yuan (12,1 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 161 triliun) hanya dalam kurun waktu 12 jam sejak ajang resmi dimulai.

Sebagai perbandingan, tahun lalu, Alibaba mencatat rekor transaksi sebesar 14,3 miliar dollar AS secara keseluruhan sepanjang event Hari Jomblo. Pencapaian tahun ini sudah mendekati jumlah tersebut dalam waktu hanya separuhnya.

Alibaba menggelar event Hari Jomblo melalui outlet e-commerce miliknya seperti Taobao dan Tmall. Acara pembukaan di China digelar mewah dengan mendatangkan selebriti seperti Scarlett Johansson, David Beckham, Kobe Bryant, dan One Republic.

Hanya dalam waktu 52 detik setelah dibuka, Alibaba sudah mencatat penjualan senilai 146 juta dollar AS (Rp 1,9 triliun). Enam menit kemudian, angka tersebut membengkak jadi 1,46 miliar dollar AS (Rp 19,4 triliun).

Sebagian besar penjualan, sejumlah 84 persen, disumbang oleh kategori ponsel. Alibaba mengklaim memiliki 400 juta pengguna terdaftar di layanan pembayaran Alipay besutannya.

Di Indonesia, sejumlah retailer online lokal berniat mengikuti kesuksesan Hari Jomblo dengan membuat event belanja serupa.

Cara Cabut Flashdisk Tanpa “Safe Remove” di Windows

Kebanyakan orang akan memilih safely remove sebelum melepas flashdisk dari port USB komputer atau laptop. Tujuannya agar data-data yang ada di dalamnya tidak rusak.

Kendati bertujuan baik, “ritual” safely remove tetap memakan waktu dan bisa jadi memperlambat gerak pengguna. Terutama saat sedang terburu-buru dan ingin bertindak lebih cepat.

Sebenarnya ritual safely remove tersebut tidak wajib. Ya, setiap USB flashdisk bisa diatur agar dapat dipasang dan dilepas begitu saja tanpa harus lebih dulu memilih safely remove.

Seperti dilansir KompasTekno dari Cnet, Sabtu (12/11/2015) berikut cara mengganti pengaturan USB agar tidak pelu “safely remove” lagi.

1. Pasang USB Flashdisk

Pasang USB flashdisk di komputer atau laptop. Selanjutnya segera jalankan aplikasi Device Manager. Anda cukup menekan tombol berlogo Windows di komputer atau laptop, kemudian ketik “device manager” di bagian search bar. Maka aplikasi tersebut bisa langsung dipilih.

2. Cari Disk Drives

Cnet
Bagian Disk Drives berisi daftar seluruh disk yang terhubung ke komputer atau laptopmu

Selanjutnya carilah bagian Disk Drive dan klik untuk melihat daftar disk yang terhubung ke komputer. Klik dua kali di nama USB dan akan muncul sebuah menu.

3. Pilih Quick Removal

Pada menu tersebut pilih tab Policies dan carilah bagian Removal Policy. Kemudian pilih Quick Removal (default). Dengan cara ini baik USB maupun Windows tidak akan membuat cache, sehingga flashdisk bisa langsung dilepas setelah selesai dipakai.
Cnet
Opsi ini men-disable proses caching pada USB milikmu
Namun tentu saja Anda tetap tidak disarankan mencabut USB flashdisk saat sedang menggunakannya untuk menyalin data, memainkan film, atau berbagai kegiatan lainnya.

Selesaikan dulu proses menyalin data dan pastikan lampu indikator di flashdisk sudah mati sebelum Anda mencabutnya.

iPhone 7 Plus Jatuh, Bergetar, lalu Meledak

Kasus smartphone terbakar kembali terjadi. Kali ini korbannya adalah sebuah iPhone 7 Plus milik seorang warga China.

Menurut laporan yang dirangkum KompasTekno dari Ubergizmo, Minggu (13/11/2016), iPhone 7 Plus tersebut masih relatif baru. Umurnya lebih kurang baru sebulan. Sang pemilik yang namanya tidak disebut itu menuturkan, suatu ketika ponselnya terjatuh secara tak sengaja.

Yang terjadi berikutnya mirip adegan robot rusak dari film fiksi ilmiah. Si iPhone 7 Plus nahas yang terantuk tanah lantas mulai bergetar, lalu menggembung dan mengeluarkan asap sebelum akhirnya meledak.

Ledakan yang terjadi begitu kuatnya sehingga mampu melontarkan panel layar keluar dari cangkang ponsel, seperti bisa dilihat dalam gambar di atas.

Apple belum berkomentar mengenai kejadian ini. Penyebab pastinya pun masih belum diketahui. Ada dugaan bahwa baterai ponsel mungkin memang sudah rusak sejak awal, lalu mulai terbakar setelah terbentur.

Biasanya ponsel yang jatuh memang tidak meledak sehingga ada kemungkinan cacat produksi.

Kejadian macam ini bukan yang pertama. Sebelumnya, pada September lalu, sebuah iPhone 7 sempat pula dilaporkan terbakar di China.

“Mirrorless” Canon EOS M5 Masuk Indonesia Desember, Harganya?

Pertama kali diperkenalkan beberapa hari sebelum ajang fotografi akbar Photokina 2016 di Jerman, September lalu, kamera mirrorless terbaru Canon, EOS M5 bakal segera memasuki pasaran Indonesia.

Merry Harun, Direktur Divisi Canon PT Datascrip selaku distributor tunggal produk-produk kamera Canon di Indonesia memastikan bahwa EOS M5 akan dirilis di Tanah Air bulan Desember tahun ini.

“Kami akan rilis menjelang Natal nanti,” ungkapnya ketika ditemui KompasTekno di sela gelaran acara lomba foto Canon PhotoMarathon Indonesia 2016 di Jakarta, Sabtu (12/11/2016).

Baca: EOS M5, “Mirrorless” Rasa DSLR Dikenalkan Canon

Marketing Manager Divisi Canon PT Datascrip, Yase Defirsa Cory, menambahkan bahwa EOS M5 nantinya akan dijual dalam tiga varian bundle, yakni body-only serta versi kit dengan lensa EF-M 15-45mm F3.5-6.3 STM IS dan versi kit dengan lensa EF-M 18-150 F3.5-6.3 IS STM.

Soal harga, Yase mengaku belum bisa memberikan informasi pasti soal banderol EOS M5 kelak, tapi dia memberikan sedikit ancar-ancar.

“Kalau mengikuti harga internasional di kisaran 900 dollar AS, mungkin nanti harga body-only EOS M5 sekitar Rp 12 jutaan,” katanya, sambil menambahkan bahwa harga final nanti tergantung pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

EOS M5 sendiri merupakan mirrorless terbaru Canon yang dilengkapi sejumlah fitur andalan, seperti sensor 24 megapiksel yang sama dengan milik DSLR EOS 80D, sistem autofokus Dual Pixel AF dengan 49 titik cross-type, serta layar sentuh yang bisa dilipat hingga 180 derajat menghadap ke depan.

Berbeda dari dua pendahulunya, EOS M3 dan EOS M3, EOS M5 yang ditujukan untuk pasaran enthusiast ini dibekali dengan jendela bidik elektronik (EVF) yang ditempatkan dalam “punuk” di tengah kamera.

Di pasaran internasional, banderol EOS M5 mencapai kisaran 1.099 dollar AS (Rp 14,6 juta) untuk kit dengan lensa EF-M 15-45mm F3.5-6.3 STM IS dan 1.479 dollar AS (Rp 19,7 juta) untuk kit dengan lensa EF-M 18-150 F3.5-6.3 IS STM.